INDUSTRI REVOLUSI 4.0

 Kali ini saya akan membahas tentang Industri Revolusi 4.0, langsung saja kita ke pembahasan. Selamat membaca dan menikmati My Blog😊



Apa Itu Industri Revolusi 4.0 ?

Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah perkembangan teknologi yang dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Manusia perlu mengetahui mengenai perkembangan dari Revolusi Industri 4.0. Dengan mencari tahu mengenai apa saja hal yang ada direvolusi industri 4.0 maka mahasiswa akan tahu bahwa ada banyak perkembangan baru mengenai revolusi industri 4.0. Perkembangan baru yang muncul direvolusi industri 4.0 ada dalam bidang teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial 13 Intelligence), IoT (Internet Of Things), IoS (Internet of Service) dan lain sebagainya. Tidak hanya bidang teknologi saja namun semua perkembangan di revolusi industri 4.0 mencakup semua perkembangan dalam bidang pekerjaan. Dalam hal ini Mahasiswa diharapkan tahu mengenai teknologi dan cara mengaplikasikannya terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Dalam hal ini mahasiswa perlu untuk mengetahui mengenai revolusi industri 4.0 seperti karakteristik, peluang dan tantangan, kesiapan, dan kompetensi yang perlu dimiliki.


Sejarah dan Perkembangan Industri Revolusi 4.0

Dikutip dari Ensiklopedia Britannica, Revolusi Industri 4.0 menandai serangkaian perubahan sosial, politik, budaya, dan ekonomi yang akan berlangsung selama abad ke-21.

Penamaan Revolusi Industri 4.0 atau Four Poin Zero (FPZ) di awali dari revolusi internet. Konsep Revolusi Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Scwab. Scwab adalah seorang ekonom terkenal asal Jerman sekaligus penggagas World Economic Forum (WEF).

Konsep Revolusi Industri 4.9 pertama kali digunakan di publik salam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman pada tahun 2011.

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dimulai pada tahun 2016 dengan ditandai dengan adanya digital ekonomi, big data, IoT, robotic, cloud sistem yang semua aktivitasnya berbasis teknologi hingga sekarang.



Karakteristik Revolusi Industri 4.0 

Menurut Kinzel, 2016 dalam Rahman Fauzan (2018) Karakteristik dari Revolusi Industri 4.0 adalah kombinasi dari beberapa perkembangan teknologi-teknologi baru yaitu : 

a. Sistem siber-fisik ( cyber-physical system ) 

Meningkatkan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor proses fisik, dengan bantuan sensor, robot cerdas, drone, printer 3D dan lain sebagainya. 

b. Teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology) 

Seluruh informasi terdigitalisasi dan kesesuaian sistem di dalam dan antar perusahaan terintegrasi dalam setiap 9 tahapan antar pembuatan dan pembuatan siklus hidup produk. 

c. Jaringan Komunikasi ( network communications )

Adalah semua peralatan, baik pada pabrik, manufaktur, pemasok dan distributor semua terhubung melalui teknologi internet dan wireless 

d. Big data dan cloud computing 

Dengan menggunakan big data dan cloud computing, informasi yang diambil melalui jaringan ini dapat digunakan untuk memodelkan, memvirtualisasi dan mensimulasi produk dan proses manufakturnya. 

e. Peningkatan kemampuan peralatan untuk interaksi dan koorperasi manusia-komputer ( human-computer ). 

f. Pemodelan (modeling), virtualisasi (virtualization) dan simulasi (simulation) 

Selain dengan biaya, perusahaan juga dapat bersaing melalui kualitas, tingkat kustomisasi dan kecepatan pembuatan prototype, yang akan mendorong perubahan paradigm dalam bisnis. Bisnis saat ini lebih memilih menjual jasa daripada produk (virtual)


Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Contoh penerapan industri 4.0 di Indonesia sendiri bisa kita temui di berbagai industri, seperti tekstil, otomotif, elektronik, kimia, hingga makanan dan minuman.

Tujuan dari program revolusi industri 4.0 adalah untuk mendorong ekonomi Indonesia masuk ke dalam 10 besar dunia di tahun 2030, dengan meningkatkan kegiatan ekspor. Melansir laman Kominfo, di Indonesia perkembangan Industri 4.0 sangat didorong oleh Kementerian Perindustrian.

Contoh penerapan revolusi industri 4.0 adalah kebijakan e-smart IKM bagi para pelaku usaha untuk bisa menjual produk di platform digital. Banyaknya e-commerce di Indonesia telah menandai transformasi dari industri retail dengan teknologi.

Salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menyongsong Industri 4.0 adalah melalui persiapan hadirnya jaringan generasi kelima atau jaringan 5G.

Semua revolusi industri sejatinya memiliki dampak positif dan negatif, pada setiap pemangku kepentingan yang berbeda-beda. Namun, ketidakmampuan mencapai revolusi industri juga harus diantisipasi dalam upaya menangani tantangan global.

Tantangan yang muncul dalam Revolusi Industri 4.0 

Di Era Revolusi Industri 4.0 akan ada tantangan yang akan muncul, tantangan yang akan mucul tersebut merupakan hilangnya beberapa pekerjaan . Pekerjaan tersebut hilang karena akan digantikan oleh teknologi canggih dan cepat dalam mengerjakan suatu pekerjaan dibandingkan dengan tenaga manusia. Menurut (Savitri, 2019) akan ada beberapa pekerjaan yang akan hilang ataupun tergantikan oleh kecanggihan AI (Artificial Intelligence) yaitu : 

a. Resepsionis 

Sistem layar sentuh otomatis atau pengembangan robot kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat dengan mudah menggantikan peran resepsionis. 

b. Pekerja Pabrik 

Akan ada banyak pekerja akan kalah performa dengan mesin. 

c. Kurir 

Drone dan Robot menjadi gambaran kurir dimasa yang akan datang. 

d. Sopir Taksi dan Bus 

Terciptanya teknologi self-driving 

e. Prajurit 

Terciptanya robot prajurit yang dapat menjadi seorang pejuang modern untuk melindungi Negara tanpa harus kehilangan prajurit karena perang. 

f. Dokter 

Muculnya Dokter Robot yang dapat lebih cepat mendeteksi penyakit pasien yang sedang sakit. 

g. Petugas Keamanan 

Petugas Keamanan akan tergantikan oleh robot penjaga yang mempunyai peran sama yaitu melindungi dan mengamankan. 

h. Manajer Penjualan 

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang tercipta sekarang ini sudah mampu dalam membuat strategi konten dan buku panduan pemasaran bagi para marketer. 

i. Akuntan 

Pekerjaan Keuangan akan dapat segera digantikan oleh AI (Artificial Intelligence) karena mampu dalam menghitung dan menganalisis data dengan cepat. 

j. Petani 

Pekerjaan dalam bertani akan dapat digantikan oleh AI (Artificial Intelligence) karena mampu memanen tanaman dengan cepat. 

Dari penjelasan diatas tantangan yang akan muncul ada pada sumber daya manusia. Jika sumber daya menusia tidak mempunyai kompetensi lain dalam bidang tertentu terkait dengan Revolusi Industri 4.0, maka sumber daya tersebut akan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.


Sekian pembahasan tentang Industri Revolusi 4.0, kurang lebihnya mohon maaf semoga para pembaca menikmati my blog dan dapat bermanfaat.


TERIMAKASIH😻

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TASYA AULIA WIJAYANTI #Tasya Aulia Wijayanti #4420210028 #APSI5 #TeknikIndustriUniversitasPancasila #Dr. Ir. Agung Terminanto, MBA. IPM

FLOWCHART PROCESS HRD

#TASYA AULIA WIJAYANTI #4420210028, #APSI5 #UniversitasPancasila #ERP #Odoo #Dr. Ir. Agung Terminanto, MBA, IPM